Blogger Tips and TricksLatest Tips For BloggersBlogger Tricks

Template images by Storman. Powered by Blogger.

POTRET PERTANIAN

Info Terbaru

Featured Posts

Monday, May 02, 2016

Museum Tani Jawa Indonesia

- No comments

Indonesia Sebagai salah satu bangsa agraris terbesar di dunia, pertanian menjadi bidang yang telah lama melekat dalam kebudayaan orang Indonesia. Namun demikian, ironisnya bidang pertanian makin sepi peminat dan cenderung ditinggalkan anak muda kini.

Didirikannya Museum Tani Jawa Indonesia di Desa Wisata Candran, Imogiri, Kabupaten Bantul, merupakan upaya untuk mengenalkan kembali kejayaan sistem pertanian Indonesia ke masyarakat yang lebih luas. Museum Tani Jawa Indonesia telah digagas sejak 1998, namun baru direalisasikan berdiri sejak 2005. Kehadirannya merupakan pernyataan bahwa Indonesia tak ingin kehilangan jati dirinya sebagai bangsa agraris, yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dari seorang petani.



Masyarakat kita kan masyarakat agraris, Nilai-nilai perjuangan petani bisa diwariskan kepada generasi mendatang. Yang paling penting petani itu satu, yakni selalu bersyukur kepada Tuhan YME yang diwujudkan saat panen dengan acara wiwitan dan saat panen melimpah mengadakan bersih dusun", ujar Kristyabintara. Museum Tani Jawa Indonesia sendiri memiliki berbagai koleksi artefak yang menarik, seperti luku, garu, cangkul, caping, sabit, dan berbagai peralatan pertanian lain yang sering digunakan oleh masyarakat adat jawa. 

Menurut Kristyabintara pendirian museum pun dilakukan dengan swadaya masyarakat sekitar, dan yang menarik, berbagai koleksi artefak yang menjadi milik museum merupakan hibah dari masyarakat. Tak hanya menjadi ruang pamer, museum ini juga menyediakan aktivitas outdoor, yaitu belajar menjadi seorang petani sungguhan yang terjun langsung di sawah dengan beragam peralatannya. "Pengunjung juga bisa belajar menanam padi, naik garu ada juga game tangkap bebek dan juga bisa keliling desa untuk belajar membuat tempe dan emping melinjo dengan menggunakan sepeda atau pun kereta mini," katanya. Selain banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik, museum tani dan Desa Wisata Candran juga menjadi jujukan wisatawan dari Perancis, Belanda, Asia termasuk Timur Tengah untuk belajar menjadi petani tradisional. Museum Tani sendiri juga mempunyai acara tahunan yakni festival memedi (orang orangan sawah) yang digelar setiap September. Dibuka tiap hari mulai pukul 9 - 17 WIB, Museum Tani Jawa Indonesia dibuka untuk umum secara gratis. Ke depan pengelola museum berharap ada pihak swasta maupun pemerintah yang ingin mendukung keberlangsungan museum ini, sehingga Museum Tani dan Desa Wisata Candran dapat dikenal secara luas dan menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia.
potret pertanian

Thursday, April 21, 2016

Bantuan Dana Peremajaan Kebun Kelapa Sawit Petani Kecil

- No comments
Potret Pertanian. Angin segar dihari kartini bagi para Petani Kelapa sawit diindonesia, kabar gembira ini ditujukan kepada para petani yang berkebun Kelapa sawit yang mempunyai Lahan kurang dari 4 hektar. Kabar ini datang dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sawit telah berkomitmen memberikan bantuan kepada para petani sawit skala kecil untuk terus mengembangkan produktivitasnya. 

BPDP berjanji untuk menyalurkan bantuan berupa dana tunai kepada para petani yang ingin melakukan penanaman ulang (replanting) kelapa sawit setelah panen.

Para petani yang ingin mengajukan permohonan bantuan replanting harus memenuhi sedikitnya lima persyaratan yang diberikan oleh BPDP. Bantuan dana ini utamanya diberikan kepada para petani kecil yang memiliki luas lahan kurang dari 4 hektar.

Dalam hal ini, petani juga harus megajukannya terlebih dahulu ke koperasi yang nantinya berperan sebagai jembatan antara petani dengan BPDP.

Tuesday, April 19, 2016

Bahan Pestisida Alami

- No comments
Berbagai jenis pestisida yang bisa kita gunakan untuk mengendalikan OPT pada tanaman yang kita budidayakan, untuk mendapatkan Produk pertanian yang berkualitas baik. Dalam merawat Tanamn memang tidak mudah banyak hal yang harus kita perhatikan serta harus selektif dalam menantukan pestisida yang akan kita gunakan serta beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk mendapatkan hasil yang sesuai harapan kita dengan melihat, menganalisis dan selanjutnya meng eksekusi, dalam hal melak sanakan ekssekusi dalam mengandalikan OPT da beberapa hal yang wajib kita perhatikan. yaitu Tepat Waktu, Tepat sasaran dan tepat dosis. 

Kali ini Potret akan membahas tentang Pestisida sebagai alternatif dalam memberantas OPT di tanaman budidaya kita. nah berikut daftar Pestisida Alami yang wajib diketahui sebagai petani untuk meningkatkan hasil panen kita serta menekan biaya produksi.....
No Nama Bahan Cara Pembuatan Hama yang dikendalikan/ Keterangan
1 Sabun detergen
25 gram sabun detergen (satu bungkus kecil) dilarutkan dalam 15 liter air
Aphid.
Disemprotkan pada tanaman.
2 Abu dapur Campurkan 2 genggam abu dapur dengan 1 liter air bersih, lalu diremas-remas dan diendapkan. Endapannya dipisahkan dari airnya. Setiap 1 liter air ini dicampur lagi dengan 15 liter air bersih.
Aphid.
Disemprotkan pada tanaman.
3
Lem kanji
120 gram lem kanji dilarutkan dalam 3 liter air panas.
Aphid, tungau, kutu.
Terlihat setelag kanji membeku.
4
Kapur
Kapur 1 ons atau 4 sendok makan ditambah air 10 liter.
Hama trip, kutu.
Dicepretkan pada tanaman.
5
Minyak kelapa
½ minyak kelapa ditambah ½ ons sabun dilarutkan dalam 15 liter air.
Penggerek buah, kutu, ngengat.
Disemprotkan.
6
Tembakau
1 gulung tembakau semprul ditambah 200 cc minyak tanah direbus samapai mendidih. Cairan tersebut disaring dan didinginkan, lalu dicampur dengan 10 liter air.
Aphid, kutu.
Disemprotkan.
7
Bunga mentega
Daun dan kulit bunga mentega direndam dalam air kurang lebih 30 menit kemudian disaring.
Mengusir semut, lalat.
Disemprotkan.
8
Akar tuba
1 kg akar tuba ditambah1 kg biji mahoni digoreng kering, lalu ditumbuk. Hasilnya direndam dalam air 80 liter selama 2-3 minggu dan diaduk-aduk, lalu disaring. Larutan hasilnya 1 liter ditambah air 15 liter.
Ulat.
Disemprotkan.
9
Daun sirsat
1 genggam daun sirsat ditumbuk halus, setelah itu direndam air 10 liter selama 4-5 hari, lalu disaring.
Ulat.
Disemprotkan.
10
Akar tuba dan ubi gadung
Akar tuba, ubi gadung, air dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Semua bahan ditumbuk dan diaduk sampai rata, kemudian disaring.
Ulat.
Disemprotkan.
11
Daun sengon
Daun sengon yang masih basah disebarkan ke lahan sawah secara merata.
Ulat grayak.
12
Kunir
Akar ditumbuk, dicampur dengan urin sapi. Campuran ini diencerkan dengan air dengan perbandingan akar : urin : air = 1 : 2 : 6
Berbagai jenis ulat dan serangga.
Disemprotkan.
13
Biji buah mahoni
100 gram biji mahoni yang sudah dikupas ditambah 50 lembar daun jarak, direbus dngan air 1 liter sampai mendidih. Ditambahkan 50 gram tembakau, diaduk rata. Diangkat lalu didinginkan, lalu disaring. Biji mahoni yang sudah dihaluskan dicampur rebusan, tiap 2 cc : 1 liter air.
Ulat grayak.
Dismprotkan.
14
Abu kayu
  • Taburkan dalam parit sekeliling tanaman (parit lebar 10 cm, tinggi 5 cm)
  • Campur dengan air, disemprotkan.
  • Campur dengan air dan sabun.
  • Tabur pada perakaran (lobak, kol, bawang bombay)
Ulat grayak, siput.



Kumbang flea tomat.

Kumbang pada timun.
Root maggot.
15
Tembakau
¼ kg daun tembakau direbus dengan air 5 liter selama 30 menit, tambahkan 30 gram sabun, lalu disaring dengan aplikasi 1 : 4
Ulat, kumbang penggerek, tungau, menatoda.
Disemprotkan.
16
Serbuk jenu
60 gram serbuk jenu dilarutkan dalam 4,5 liter air. 120 gram sabun dilarutkan dalam 4,5 liter air. Keduanya dicampur dengan 13 liter (cara I).

Akar kulit kayu jenu ditumbuk, ditambah sedikti air lalu disaring, larutan 6 sendok makan untuk 3 liter air (cara II)
Berbagai jenis ulat dan serangga.
Disemprotkan
17
Bubur hama
Kumpulkan bermacam-macam hama, seperti: kupu, ulat, kumbang, belalang. Asal jangan nyamuk, lalat, kutu. Seberat 1 ons diblender/dihaluskan, diberi sedikit air, disaring. Aplikasi 5 cc : 1 liter air.
Berbagai jenis serangga dan disukai musuh alami.
Disemprotkan.
18
Ketela beracun
2 kg ketela beracun dan 1 kg ubi gadung ditambah 5 liter air, kemudian diperas dan disaring untuk 1 liter air perasan dicampur air 10 liter.
Ulat.
Disemprotkan.
19
Tomat
Didihkan batang dan daun tomat, didinginkan lalu disaring.
Ulat, lalat.
Disemprotkan.
20
Kayu pinus
Serbuk gergajian kayu pinus dijemur samapai kering, taburkan pada lahan yang terserang wereng.
Wereng dan telurnya.
21
Nimba
500 gram biji nimba dibuat serbuk, direndam dengan air 400 liter. Untuk lahan seluas 4000 m2.
Wereng, menatoda, bakteri, vrusm jamur.
22
Jerami
Jerami/sekam dibakar, ditambah belerang.
Walang sangit.
23
Kulit dan daun pucung/kluwek.
Kuali dan daun pucung/kluwek ditumbuk halus lalu direndam air selama 24 jam. Air rendaman disaring.
Walang sangit.
Disemprotkan.
24
Daun sirih
Daun sirih, daun jarak, puntung rokok dengan perbandingan 1 : 1 : 1. semua bahan ditumbuk jadi satu, ditambah air secukupnya, disaring. Aplikasi 5 cc untuk 1 liter air.
Walang sangit.
Disemprotkan.
25
Daun sirsat dan daun dringo
Daun sirsat 100 lembar, daun dringo 15 lembar, belerang, ditumbuk. Ditambah air 1 liter. Diperas lalu disaring, ditambah 1 liter air untuk aplikasi.
Walang sangit.
Disemprotkan.
26
Bunga kenanga
Bunga kenanga 1 genggam, ¼ kg ubi gadung, diparut, 2 ibu jari belerang dicampur air 1 liter. Semua bahan dihaluskan lalu disaring. Siap diaplikasikan.
Walang sangit.
Disemprotkan.
27
Minyak wangi
Minyak wangi dicampur sabun detergen lalu siap diaplikasikan dengan ditambah air secukupnya.
Walang sangit.
Disemprotkan.
28
Ubi racun dan biji
Ubi racun 2 kg dikupas lalu diparut. Biji karet 20 buah dikupas, lalu ditumbuk kasar ditambah air kelapa, dimasak setengah matang, ditambah ikan asin sebagi penarik.
Tikus.
Umpan.
29
Gadung
Gadung diiris-iris lalu dijemur 1-3 hari. Setelah kering dijadikan tepung diaduk dengan ikan asin untuk umpan.
Tikus.
Umpan.
30
PC/ semen
PC : bekatul : beras : ikan asin = 1 : 2 : 2 : 1 dicampur jadi satu dalam keadaan kering dimasukkan bumung untuk umpan. Reaksi semen dalam perut tikus mengeras, tikus tidak dapat buang akhirnya mati.
Tikus.
Umpan.
31
Jengkol
Jengkol diiris-iris disebarkan di lahan dalam keadaan kering, karena bau jengkol tikus tidak krasan.
Tikus.
Umpan mengusir.
32
Bumbung
Bumbung dipotong sepanjang 75 cm dipasang di tengah sawah yang diserang tikus.
Tius.
Umpan mengusir.
33
Dages/ kopra
Dages/ kopra dibuat kecil-kecil ditempatkan di pematang, tidak usah dikasih racun (nylimur).
Umpan tikus.
34
Laos
10 kg laos ditumbuk halus, ditambah 1 bungkus rinso ditambah ai, lalu disaring.
Kepinding tanah.
Disemprotkan.
35
Burus
Burus dikupas kulitnya sampai ke hatinya lalu ditumbuk halus diberikan pada aliran air (masuk pada rong).
Yuyu/kepiting.
Mengusir/ membunuh.
36
Kulit jengkol
Kulit jengkol dibuat tepung dicampur dengan air. Perbandingan 1 : 2 larutan 1 liter. Ditambah air 2 liter.
Orong-orog/ anjing tanah.
Disemprotkan.
37
Garam
Garam dapur 15 kg, abu, ditaburkan ke sawah yang terserang tungro dalam keadaan air macak-macak dan pematang jangan sampai bocor.
Tungro.
38
Jahe
1 kg laos, 1 kg jahe, 1 kg kunir. Ketiga bahan diparut disaring diambil airnya, setiap 2 sendok makan dicampur air 10-20 liter.
Jamur tanaman, fungisia.
Disemprotkan.
39
Gamping kawur
Gamping kawur/ abu dapur ditmabha garam dengan perbandingan 5 : 1 disebarkan ke lahan merata.
Jamur
40
Prusi/BB (bubur brodeauxsepap)
Prusi 1,5 kg; kapur mentah 1,5 kg; air 100 liter. Cara pembuatannya: larutkan prusi dengan 50 liter air menggunakan tong kapasitas 60 liter. Larutkan kapur dengan air 50 liter di dalam tong 110 liter. Tuangkan air prusi ke dalam ke dalam cairan kapur sambil diaduk-aduk. Waktu menuangkan jangan terbalik, cairan kapur dituangkan ke cairan prusi.
Jamur.
Kontrol dengan menyelupkan pisang, kalau pisang masih ada tayengnya perlu ditambah air sehinga pisang bersih.
41
Sente
Cacahan sente sebarkan ke sawah yan terserang yuyu.
Yuyu yang mritili dan mati.
42
Gamal/ Gliricidia
Daun dan batang ditumbuk lalu diberi sedikit air lalu diambil ekstraknya.
Untuk mengusir berbagai serangga.
43

Tomat
Toat batangn daunya didihkan dengan air, biarkan sampai dingin lalu disaring.
Ulat dan lalat hijau.
44
Rumput mala
Tangkai bakar (yang dikeringkan terlebih dahulu) dekat tanaman.
Mengusir serangga.

45

Dringo
Akar dibuat tepung lalu dicampur dengan air.
Berbagai jenis serangga.
46
Kemangi
Daun segar atau kering direbus lalu disaring.
Berbagai jenis serangga.
Disemprotkan.
47
Mindi
150gr daun segar atau 50gr daun kering terutama daun pucuk, direndam air 1 lt selama 24 jam, selanjutnya disemprotkan
Mengusir serangga belalang
48
Biji Mindi Biji mindi 1/4kg ditumbuk/digerus dicampur air 1 lt disaring dijadikan 5 -7 lt dtambah 2 sendok the dan 2 sendok makan minyak tanah Ulat daun. Disemprotkan
49
Batang laos Batang laos ditancapkan dipinggir petakan, dibalih ubi laos diatas pemasangan diatur dengan jarak 5m Perangkap walang sangit
50
Minyak tanah Minyak tanah 6 lt, sabun batangan ½ kg, air 12 lt. sabun diris-iris, dimasukkan ke air, didihkan lalu dimasukkan minyak tanah diaduk merata. Aplikasi 250-500cc dengan air 17lt. Wereng
51
Daun muris 50 lbr daun muris ditumbuk halus direndam air 1 lt selama 15-30mnt setelah itu disaring dilarutkan dengan air 48 lt lalu disemprotkan Wereng coklat
52
1 timba daun muris, bawang putih 20 siun, jerangu 1 gengam, ditumbuk halus direndam dalam air 15 lt selama 2 hari lalu disaring. Aplikasi 1 lt ditambah air 14-17 lt Walang Sangit
53
Buah gadung 2 kg ubi gadung diparut, diperas ditambah air 50 lt. aplikasi 250cc untuk 14 lt air disemprotkan Hama trip pada cabe
54
Ramuan 9 bahan 10 kg gadung, 10 kg jengkol, 5 kg bupinang, 5 kg klika pule, 5 kg brotowali, 3 kg johar, 3 kg, daun klireside, ½ kg kapur sirih, semua adonan dihaluskan lalu masukkan dalam drum tambahkan air 2 kali adonan. Ditutup rapat selama 2 atau 3 minggu agar membusuk. Setelah busuk air siap diaplikasikan dengan ukuran 1 : 4. Pengendalian hama padi, sayuran, dan palawija
55
Ramuan 16 bahan 2 kg daun mindi, 2kg daun mahoni, 2kg daun legume, 3kg gadung, 2kg daun ehing, 2kg daun bengle, 2kg daun ketepeng kebo, 2kg daun keningkir, 2kg daun pocong, 2kg daun rondonoleh, 3kg daun koropanit, 2kg gamping, 5kg daun namtoro, 2kg daun orok-orok, 2kg daun klereside, 15kg kotoran sapi.
Semua bahan dimasukkan dalam karung, lalu dimasukkan kedalam drum yang berisi ar setengahnya. Tutuplah rapat selama 15 hari. Setelah itu siap digunakan.
Walang sangit, wereng, burung, dan lainnya
56
EM Lestari I Bahan sari buah (buah apa saja diambil sarinya) campur dengan tetes/nira, badeh/gula, diencerkan seperti tetes. Perbandingan 1:1 ,diamkan selama 24 jam agar fermentasi.
Pupuk cair/ proses pengomposan
57
EM Lestari II 1 lt air leri, 10 sendok makan EM Lestari 1, 10 sndok makan alkohol, 10 sendok makan cokah, 1 ons gula pasir. Semua bahan dicampur jadi satu dalam derigen lalu didiamkan selama 15 hari, setiap pagi dan sore dikocok agar merata. Aplikasi dengan 1 sendok makan dicampur air 1 lt.
Mengendalikan weren, ulat, ahpit
58
Ubi bawang putih
100 g bawang putih, ½ lt air, 10 g sabun, 2 sendo makan minyak mineral.
Caranya: ubi bawang putih dihaluskan lalu dicampur dengan mineral direndam selama 24 jam. Setelah itu sebun dilarutkan dengan air ½ lt dicampur rendaman bawang dan minyak mineral sampai merata, disaring dapat digunakan dengan dilarutkan dalam air 10 lt
Aphit, ulat grayak
59
Ubi bawang putih
Rendamlah 3 siung bawang putih dalam paralin selama 2 hari selanjutnya ditambah air 10 lt dan 1 sendok makan sabun, diaduk merata
Mengendalikan hama dan penyakit tanaman

Friday, April 01, 2016

Celoteh dari Negeri Laskar Pelangi : Mushaf Al-Quran ku

- 18 comments
Ami Mustafa Potret pertanian Ini cerita teman saya tentang cerita temannya.

Dalam sebuah kesempatan saya berkunjung dan bermalam di rumah seorang teman. Karena pikiran sedang galau dan kebetulan malam jumat saya berniat membaca Al-Quran. Saya lalu meminjamnya pada tuan rumah. Teman saya tersenyum dan bilang tidak ada.Yang ada cuma buku Surat Yassin itu pun pembagian dari tempat dia melayat seorang pejabat yang meninggal. Sambil bergurau dia bilang ternyata di jaman serba kekinian saya masih saja kekunoan, pasang Alquran digital donk di hp. Saya nyengir aja, hp mati lupa ngecas. Yah jadilah saya pakai yang ada saja. Setelah membaca surah Yassin pikiran jadi lebih tenang saya lalu duduk-duduk di ruang tamunya.

Ruang tamu yang nyaman dengan kursi tamu mewah yang empuk dan elegan. Saya menaksir-naksir berapa harga kursi tamu itu. Pasti mahal, kisaran belasan juta rupiah. Saya edarkan pandangan, gordennya indah saya yakin tidak murah. Begitu juga lukisan yang dipajang di dinding. Belum lagi pernak pernik yang dibeli dari luar negeri. Saya kagum atas kesuksesan teman saya ini, dari isi ruang tamunya saya bisa mengira-ngira bagaimana keadaan finansialnya. Teman saya datang menghampiri lalu dengan senang mengajak saya berkeliling rumah.

Wuih..rumahnya luas. Ada taman dengan rumput yang hijau. Ada kolam yang pakai air mancur segala. Lalu kami masuk ke sebuah ruangan. Dia bilang ini surga baca. Dia tahu saya suka membaca dan kami dulu pernah sama-sama bermimpi pingin punya rumah dengan perpustakaan pribadi. Perpustakaan mini yang dipenuhi buku buku mahal tersusun rapi di lemari jati yang kokoh. Ruangannya ber-AC dilapisi karpet empuk. Dindingnya dilapisi peredam sehingga di dalam ruangan itu begitu tenang tidak terganggu suara bising dari luar. Sebuah meja dengan kursi jati tua yang elegan nangkring cantik disudut ruang. Dia juga meletakkan sofa dan bantal-bantal empuk katanya kalau bosan membaca duduk dia suka membaca sambil berbaring santai disitu. Tak habis-habis saya berdecak kagum melihat perpustakaan mini yang juga selalu menjadi idaman saya itu. Lalu saya menghampiri sebuah kotak kaca yang khusus menyimpan pajangan sebentuk buku, teman saya bilang itu skripsi anak sulungnya yang belajar di luar negeri. Saya iseng berseloroh, saya kira kamu meletakkan benda pusaka disitu. Dia tertawa. Seharusnya kotak mewah itu pantasnya tempat menaruh benda pusaka. Saya pikir kamu meletakkan Mushaf Al-Quran paling indah dan paling mahal disitu. Teman saya terdiam dan menatap saya terkejut bahkan terhenyak lebih tepatnya. Saya pikir dia akan marah. Tapi saya mendengar dia berbisik lirih..Astaghfirullahaladzim.....

Thursday, March 31, 2016

AREMA LOLOS KEFINAL PIALA BAYANGKARA

Gol tunggal AHMAD AL FARIZI  ahirnya berhasil menghentikan langkah Sriwijaya FC, dan membawa Arema Cronus melaju ke Final menyusul Persib yang berhasil menghentikan langkah Bali Unaited dengan skor 1;0, gol tunggal Ahmad Alfarizi dimenit ahir babak pertama sebelum turun minum tersebut bertahan sampai peluit panjang wasit dibabak babak kedua. skuat Singo Edan tampil menawan dihadapan ribuan pendukungnya yang memenuhi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (31/3/2016), dari sepak pojok yang dilepas penyerang Srdan Lopicic melambung  ke arah gawang Dian Agus Prasetyo dan berhasil disamambar  lewat sundulan Alfarizi membuat jala Dian agus bergetar dimenit ahir pertandingan babak pertama. Rapatnya barisan pertahanan Arema Cronus  membuat Sriwijaya tak mampu menyamakan kedudukan.

Cara Pemupukan Kakao tanpa Pupuk Kimia (anorganik)

Potret pertanian Mangabarkan Saya rasa sudah tau semua nih tentang tanaman penghasil biji coklat yang satu ini, dengan berbagai pengolahan biji kakao yang sebenarnya agak sedikit getir ini menjadi bahan olahan yang sangat enak rasanya untuk dinikmati oelh kita.  berbagai prodak olahan banyak sekali yang beredar dipasaran baik nasional maupun internasional, dari hasil olahan coklat tersebut terdapat dari berbagai negara penghasil coklat terbaik dari belahan dunian, diantaranya adalah belgia, swis,spanyol, jerman, amerika serikat dan perancis.

Indonesiapun saat ini menargetkan penyuplai coklat sebesar 13 % dari pasar dunia, dengan demikian tentunya kita sebagai petani harus mendukung program pemerintah untuk ikut berpartisipasi menyukseskan langkah-langkah tersebut dari lingkungan terkecil dimana tempat tinggal kita sebagai petani, untuk menghasilkan produk pertanian yang baik serta bermutu tinggi tentunya banyak hal yang harus kita perhatikan, perawatan, pemupukan dan lain sebagainya,. tapi kali ini Potret akan sedikit membagikan tips pemupukan kepada tanaman kakao dengan Cara Pemupukan Kakao tanpa Pupuk Kimia (anorganik) demi meningkatkan produksi kakao yang kita budidayakan.
alat dan bahan yang harus kita siapkan dalam membuat pupuk organik,
1.         mikro organisme untuk penguai, yang bisa didapatkan ditoko pertanian, yang potret gunakan adalah EM4,
2.         Gembor, cangkul dan dan bak air
3.         plastic hitam ukuran 15 meter dan tangke semprot (sprayer)

Selanjutnya siapakan pupuk kandang boleh, dari kotoran ayam, sapi atau kambing, kali ini potret menggunakan pupuk kandang hasil dari kotoran kambing yang potret dapatkan dari tetangga potret yang berternak kambing. siapkan kotoran kambing sebanyak 1 ton, tumpuk ditempat yang berukuran kurang lebih 10 meter persegi, siapkan gembor untuk penyiraman, siram pupuk kandang yang telah kita tumpuk tersebut, siram merata dan aduk lalu siram lagi sampai kelembapan sekitar 40 %, tidak perlu menggunakan tester pengukurkelembapan air, cukup ambil satuu genggam pupuk tersebut dan kepalkan dengan kuat, jika pupuk tersebut setelah kita kepal dan hasilnya tidak berderai sehingga terbentuk bongkahan terbelah, itu artinya kelembapan air nya sudah cukup 40%.
Langkah berikutmnya ambil alat semprot lalu isi air sebenyak 14 lt, dan masukan 1 liter EM4 tersebut kedalam tangki semprot lalu semprotkan merata kepupuk kandang yang telah kita aduk dengan kelembapan 40% tadi, lakukan sampai merata bila perlu diaduk lagi hingga pemberian EM4 nya merata diseluruh bagian pupuk kandang.
Lagkah berikutnya adalah menutup pupuk pupuk yang sudah diperlakukan seperti langkah-langkah diatas dengan rapat, lalu diamkan selama 1 minggu, lebih lama lebih baik, dalam waktu 3 hari bahan pupuk organic tersebut akan mengalami kenaikan suhu, artinya proses pembuatan bahan organic atau pupuk orgsnik yang kita buat akan berhasil dalam beberapa hari kemudian, setelah 2 minggu bahan –bahan tersebut akan mulai dingin yang artiya proses pengomposan telah selesai, cek bagian dalam tumpukan jika masih terasa hangat biarkan dulu sampai tarasa dingin dengan membiarkannya beberapa hari lagi, karena proses pengomposan semaki lama semakin bagus.
Setelah proses pengomposan selesai, dengn ciri kotoran yang semula bau menyengat menjadi sedikit haru, serta bahan yang kita buiat dari kotoran kambing tersebut telah berubah bentuk menjadi seperti tanah, dan pupuk kandang organic siap untuk diaplikasikan kelahan pertanian kita atau kekebun kakao. Bersihkan pangkal kakao seperti membuat piringan seputar batang kakao diameter 1,5 meter, membuat piringan selain menghilangkan gulma juga berfungsi untuk memeutus akar, yang dimaksudkan dengan putusnya akar lama akan tumbuh akar baru yang lebih efektif dalam penyerapan hara yang akan kita aplikasikasikan. Setelah selesai membuat piringan lakukan pemupukan menggunakan pupuk kompos yang telah kita buat tadi dengan ukuran 1 batang 1 ember sekitar 4-5 kilo gram.
Tunggu hasilnya setelah 4 sampai 5 bulan pemupukan menggunakan pupuk kompos yang sudah kita buat dan aplikasikan dilahan budidaya kita, hem pasti dijamin sangat memuaskan, pupuk kompos yang kita buat tidak hanya bisa buat kkao akan tetapi semua jenis tanaman apa saja bisa kita gunakan pupuk tersebut, selain murah dan cara pembuatan yang gampang pupuk organic ini sangat mengurangi residu bahan kimia yang berbahaya yang telah kita sebar dilahan pertanian kita bertahun tahun.
Sekian dulu ya sahabat potret, semoga Postingan ini bermanfaat dan mari kita sosialisasikan untuk kembali kepertanian organic, Hidup sehat tanpa kimia GO Organik salam potret pertanian.

JAGOAN YANG TERLUPAKAN

- No comments
Hari masih pukul 5;30 saat itu, didapur ibuku telah selesai menyiapkan sarapan pagi untuk kami sekeluarga, dan saya yang masih bermalas – malasa terbungkus selimut hangat, sekaslipun daerah kami bukan daerah dingin akan tetapi pagi itu cukup membuat nyali saya ciut untuk berani menghadapi dinginya air yang pagi itu memang turun hujan walau tinggal sisa sisa gerimis yang masih terdengar diatas genting rumahkami.

Bangun Nak ! nanti Telat ! suara ibuku yang entah berapa kali dari tadi berusaha membangunkan saya, ahirnya saya pun bangun dengan berat hati dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa-sisa jigong semalam, sesampainya dikamar mandi ku sugestikan diri ku untuk melawan dinginya air kalaa itu, Ah dingin itukan Cuma perasaan saja, makanya jangan dirasakan kan, klau tidak dirasakan pasti gak terasa, hehe… sepintas ku lirik permukaan air yang beruap seperti air hangat yang baru dituangkan dari atas tungku, sekalipun itu bukan uap air panas tapi uap air dingin yang hem.. ampun deh kayak es yang baru keluar dari kulkas, hihi lebay.!

Selsesai mandi kukenankan seragam favorit ku kala itu, Putih Abu-abu, lalu segera kuselesaikan tugas dari ibuku yang sudah menantiku dimeja makan, seperti biasa disiapkan oleh ibundaku tercinta, hari itu sudah menunjukan 06; 15 menit, aku bergegas berangkat sekolah bersama Sepeda ku yang senantiasa mengantarkan aku kesekolah yang berjarak sekitar 25 kg dari tempat saya tinggal, kukayuh Sepadaku dengan semangat 45 kali dua untuk segera sampai kesekolah untuk segera bertemu dengan para guru favorit ku disekolah SMA negeri way serdang, 1 jam 30 menit aku tempuh dengan mengayuh padal sepeda ku,  sampai kesekolah  jarum jam menunjukan 07;51 sepuluh menit lagi bel sekolah berbunyi menandakan harus segera masuk kelas.

Setiap pagi selama 6 tahun aku jalani selalu dengan menghabiskan waktu pagiku dijalan mengayuh  mencari rumput untuk ternak kambing orang tua kami, yah tidak banyak sih tapi juga lumayan untuk mencari rumput yang menghabiskan waktu tak kurang dari 1 sampai 2 jam untuk memenuhi karung yang saya bawa. Selesai semua pekerjaan saya mandi dan pergi mengaji. Dan seperti itulah terus rutinitas saya selama 6 tahun, mungkin lebih lo,.hehe
sepeda yang setia menemani aku hingga aku menyelesikan studyku di Smp dan Sma way serdang, Tak Sedikit suka duka dijalan bersama Sepeada ku, dari mulai putus rantai, bocor ban patah as, Panas dan hujan yang kami lalui bersama selama 6 tahun tersebut. Hamper tak ada waktu untuk kami bermain-main seperti anak-anak lainya, saya berangkat kesekolah jam 06 pagi, keluar sekolah jam 1:30 sampai dirumah sudah jam 3 sore, sesampai dirumah saya makan dan dan selanjutnya pergi bersama Sepeda kesayanganku
31 maret 2016 saat ini, sepertinya itu semua baru kemarin kujalani, ternyata semua itu sudah 15 tahun yang lalu, sontak aku berdiri dan bergegas menuju gudang dibelakang rumah orangtua saya, aku masuk dan kubongkar seisi gudang, masih telinhat buku-buku pelajaran saya yang lusuh dan bercampur debu, Oh tidak aku merasa lemas setelah kulihat sebuah buku kecil yang dikerumini ratusan rayap yang besrsemayam disana, segera kuambil dan kubersihkan dari ratusan rayak yang sedang berestorasi disana, ketika kubuka lampiran yang masih tersisa kuperhatiakan dan kubaca tulisan yang sudah luntur tapi masih bisa kubaca, oh… ini balasan surat cintaku yang pertana, hehehe aku nyengir berusaha mengingat seseorang gadis yang menulis surat tersebut, lamat lamat kuingat seseorang gadis yang cantik bernama tika Rina lestari, adikkelasku yang selalu menawarkan senyum manisnya ketika aku lewat didepan kelas dia setiap selesai memakirkan sepedaku dan menuju kelas saya, tapi aku segera sadar tujuan pertamaku membongkar isi gudang iitu, dipojok bercampur pakaian bekas kulihat bersandar didinding papan sepeda kesayanganku yang terlihat usang sekali. Pelan-pelan kuambil dan kubawa keluar, kubersihkan dia dari tumpukan debu yang menempel sekitar 20 Cm ketebalanya xiixixi, mulai nih lebay…

Wednesday, March 30, 2016

CELOTEH DARI NEGERI LASKAR PELANGI : Banjir di Bumi Serumpun Sebalai

Ami Muftafa_Potret Pertanian, 
Selamat pagi sahabat potret, Semangat Rabu. Kata ibu ku dulu, hari Rabu itu
hari baik untuk bercocok tanam katanya tanamannya akan tumbuh subur. Entah
kenapa begitu, padahal menurutku semua hari juga baik karena toh tanam
tumbuh tidak dipengaruhi kesuburannya oleh hari apa kita menanamnya tapi
oleh faktor-faktor pendukung seperti olah tanah, pemakaian bibit yang
bagus, pemupukan dan lain-lain. Tapi ya sudahlah karena Ibu  yang bilang ya
manut saja..toh tidak ada ruginya juga.

Sudah bulan Maret tapi curah hujan masih saja tinggi. Memang sih menurut data statistik Tahun 2007 tentang curah hujan di Kepulauan Bangka Belitung bulan basah terjadi selama tujuh bulan berturut-turut mulai Januari sampai Juli. Dengan hari hujan antara 16-27 hari per bulan. Jadi kalau wajar saja
hujan masih terus turun seperti dua malam tadi. Biasanya sih tidak ada
masalah. Karena sudah biasa jadi sudah diadaptasi. Cuma masalahnya sekarang
adalah curah hujan kali ini berbeda dari biasanya. Benar-benar deras hujan
yang turun, mengakibatkan banjir dimana-mana.


Memangnya dulu tidak banjir? Pernah sih tapi tidak sesering dan separah
sekarang. Tahun 1980 pernah terjadi banjir besar di beberapa daerah di
Pangkalpinang sebagai Ibukota Provinsi dan di beberapa kota Kabupaten
termasuk Kabupaten Bangka Tengah tempat tinggal ku. Tapi banjir yang
terjadi kali ini jauh lebih dahsyat dibanding yang dulu. Kenapa? Inilah
topik yang akhir-akhir ini hangat dibicarakan di media sosial, di
kedai-kedai kopi, di pasar dan di gedung-gedung pemerintah. Kenapa sekarang
bumi tak bersahabat lagi dengan kita. 
Lalu mulailah sederetan analisis
keluar dan muncul lah statemen-statemen gugat-gugatan dan saling
menyalahkan. Yang paling sering disalahkan adalah kebijakan pemerintah
tentang regulasi penambangan timah dan kurangnya perawatan infrastruktur.

Seperti yang kita ketahui bahwa Bangka Belitung adalah daerah penghasil
timah. Hampir setiap tempat mengandung biji timah. Timah di Pulau Bangka
sudah dieksplorasi sejak lebih dari 200 tahun yang lalu. Pada jaman dahulu
timah ditambang oleh perusahaan-perusahaan besar. Yang rata-rata tidak
memberikan efek positif bagi kebanyakan masyarakat Bangka. Kehidupan
rata-rata masyarakat masih saja miskin. Padahal katanya Bangka Belitung
adalah penghasil 20% timah dunia. Euforia penambangan timah terjadi sekitar
tahun 2004 dimana hampir setiap masyarakat boleh menambang timah. Lalu
bermunculanlah TI (Tambang Inkonvensional) dimana-mana. Demam timah
merebak. Dimana ada tempat yang banyak timahnya pasti beramai-ramai orang
kesana. Petani yang biasanya rajin menanam lada atau menderes getah karet,
nelayan yang selalu cinta melaut menangkap ikan banyak yang pindah profesi
jadi penambang. Toko-toko yang menjual alat-alat penambang sederhana banyak
dibuka. Bahkan anak-anak yang seharusnya pergi sekolah banyak yang bolos
turun ke lokasi penambangan walau hanya sekedar mengais-ngais sisa timah
dan melimbangnya dipinggir sungai. Kalau berkunjung ke Bangka melalui udara
cobalah sempatkan menengok saat pesawat hampir landas. Tampak lobang-lobang
menganga dimana-mana. Tampak indah dari atas langit, tapi sejatinya sungguh
memilukan. Luka ibu pertiwi.!



Beberapa perusahaan besar memang ada yang pernah melakukan reklamasi. Dan

saat ini beberapa Perusahaan pemilik kuasa tambang sudah tutup dengan
berbagai alasan. Tapi bekas yang ditinggalkan masih banyak yang menganga
menimbulkan kerusakan dimana-mana. Ada sebagian yang direklamasi ada juga
yang ditinggal begitu saja. Tempat-tempat penambangan yang pernah
direklamasi ada yang digali kembali oleh orang-orang yang tidak bertanggung
jawab. Mirisnya kebanyakan mereka malah berasal dari luar daerah Bangka. TI
liar kami menyebutnya, masih banyak yang beroperasi di hutan-hutan bahkan
kadang ada yang sampai merambah ke perkebunan penduduk. Ada juga yang sudah sangat dekat dengan jalan-jalan umum dan jalan raya. Jangan dikata lagi
kalau yang di laut. Tak jarang beberapa tempat tujuan wisata pantai yang
dulu terkenal indah dan alami sekarang hilang berubah jadi sangkar kapal-kapal keruk atau TI rajuk/TI apung.