.

.
News Update :

Mengatasi Penyakit pada tanaman tomat, kentang dan bawang

14/02/12


   
Demospray brantacol 70 WP, Mandat 80 WP & Bleacher 250 EC pada tanaman kentang. lokasi Bpk. Mantari Iyi padang laweh alp. panjang solok sumbar
 demospray brantacol 70 WP, mandat 80 WP & blacher 250 EC. pada tanaman tomat Bpk. Rian air luluk sungai nanam alp. solok sumbar
Demospray brantacol70 WP,  mandat 80 WP & Bleacher 250 EC. pada tanaman kentang. lokasi Bpk. Rudi jembatan besi alp. panjang solok sumbar



Demospray brantacol 70 WP & Bleacher 250 EC. pada tanaman bawang. lokasi Bpk. jon hendry munggo aro alp. panjang solok sumbar

Busuk Daun atau Late Blight merupakan penyakit busuk pada tanaman tomat yang disebabkan oleh jamur Phytophthora infestans. Penyakit ini ditemukan di iklim sedang dan daerah datarn tinggi tropis. Penyakit late blight ini tidak hanya menyerang bagian daun saja melainkan juga batang serta buahnya. Pada bagain daun serangan ditandai dengan munculnya potongan – potongan kecil yang tidak beraturan dan berair serta menutupi bagian terbesar daun. Pembentukan spora jamur dapat dilihat pada sisi bawah daun dan berwarna putih. Kemudian luka mengering dan menjadi coklat. Akhirnya terjadi bercak pada seluruh daun. Pada bagian batang penyakit ini ditandai dengan muncul luka – luka kecil yang tidak beraturan dan berair dan dapat mematikan bagian batang dan tangkai daun yang terserang, atau menempel, dan membentuk luka berwarna coklat tua. Sedangkan pada bagian buahnya ditunjukkan dengan permukaan halus, kehijauan hingga coklat, bagian yang memiliki bentuk tidak beraturan tersebut membuat buah menjadi kasar dan permukaan buah menjadi ulet. Luka dapat melebar pada seluruh buah.
Daun yang basah dalam waktu yang lama dari seringnya hujan atau embun, serta kondisi suhu dingin hingga sedang merupakan kondisi yang sesuai untuk perkembangan penyakit ini. Adanya cuaca yang kering dan panas dapat menghentikan perkembangan penyakit ini.
Jamur penyebab penyakit busuk daun dapat bertahan pada tanaman tomat dan kentang terutama pada umbi kentang. Tetapi tidak dapat bertahan pada jaringan yang melapuk. Spora menyebar melalui angin dan percikan air hujan. Air yang berada di permukaan tanaman pun bisa menyebabkan perkecambahan dan penyerangan spora. Pengendalian dapat dilakukan dengan memberikan fungisida Brantacol 70 wp, Mandat 80WP (Mancozeb), Bleancher 250 EC (deveconazol 250).

potret pertanian
Share this Article on :

0 komentar:

Radio Music Player Free Online

 
© Copyright POTRET PERTANIAN SGI 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.