-->
  • Jelajahi

    Copyright © POTRET PERTANIAN
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    POTRET PETANI SUKSES H. SYUKRI SU’ID & PT. CITRA NUSANTARA MANDIRI

    Prasetyo Budi
    Sabtu, Juni 09, 2012, Sabtu, Juni 09, 2012 WIB Last Updated 2016-05-09T12:17:20Z


    masukkan script iklan disini
    H. Sukri ketika mendapat Pengharggaan di SCTV
    Kehidupan di dunia ini memang penuhperjuangan,susah dan senang, gagal dan sukses akan dilakoni, dan semuanya adalah skenario Allah SWT. H.Syukri  Suid salah seorang   tokoh masyarakat dan ketua pengurus Masjid Raya Saniangbaka yang sekarang sukses menjadi pengusaha  bibit jagung Hibrida sudah melewati semuanya. Jatuh bangun menapaki berbagai bidang usaha sudah ia lalui. Temuannya yang setara dengan Doktor dan professor didapati hanya dengan cara Otodidak. Tingginya rasa kepedulian social yang dimilikinya,  agaknya patut  menjadi teladan  dan inspirasi  terutama bagi generasi muda Saniangbaka.  Mengenal lebih dekat  H.Syukri Suid, ikuti hasil wawancara Saran di  ruang kerjanya Dirut  PT CNM (Citra Nusantara Mandiri) di Ampang Kualo Solok.

    Menengok ke masa lalu  Bapak, sebetulnya  bagaimana kehidupan H.Syukri kecil ditengah keluarga dulunya.  
    62 tahun yang lalu  saya dilahirkan  dari  pasangan Su’it  dengan Saleha, terlahir  di tengah ekonomi keluarga yang morat marit, mengakibatkan tidak jarang  kami tidur dalam keadaan lapar, untuk mendapatkan uang  kami terpaksa pergi ke pasia  menangkap ikan bilih untuk dijual  demi mendapatkan  uang belanja  sekedar pengganjal perut. Namun kadang ikan bilih yang didaptkan tidak jadi dijual  melainkan dibawa pulang  karena kami ingat ummi di rumah  juga belum makan. Sesampainya  di rumah  kami memberikan  ikan tangkapan  itu kepada  ummi untuk dimasak, kemudian Ummi mencari ujuang bareh  sisia-sisa penampian  untuk ditanak menjadi nasi, padahal ujuang bareh biasanya dijadikan makanan ayam.Ketika baru kelas 5 SR saya memberi tahu kepada  Ayah  bahwa saya akan  berhenti sekolah . Ayah hanya bisa menyarankan  lai ka batanggung jawab atas keputusan yang saya buat. Setelah ndak lama kemudian saya pergi merantau mengadu nasib ke Jakarta.

    Apa saja bidang usaha yang pernah Bapak lakoni  ketika Bapak merantau?
    Kehidupan   yang  saya alami sebagai orang miskin  telah mendorong diri saya   optimis  untuk merubah  kehidupan dengan cara merantau dengan suatu tekad ingin menjadi orang sukses, mengadu nasib didaerah perantauan  ternyata tidaklah mudah banyak pekerjaan yang telah saya lakoni, mulai dari berjualan di kaki lima didaerah Jati Negara, tinggal di lapak, sering  digusur oleh petugas, selama 4 tahun bertahan hingga dapat jodoh orang Pariaman bernama Sumiati, hasil pernikahan  dikarunia seorang putra bernama Edi Hermanto. Didera oleh kesulitan ekonomi akhirnya bercerai. Akhirnya memutuskan pindah menjadi pedagang  keliling di daerah  Preung Sewu perkebunan lampung.

    Apakah  Bapak pernah berpikir untuk menyerah ketika menghadapi kegagalan? .
    Ketika  berjualan keliling masuk kampuang keluar kampuang  di daerah perkebunan, saat itu  timbul pula pemikiran saya bahwa ternyata dengan bertani bisa membuat orang kaya, ada keinginan saya  pulang kampuang untuk bertani akan tetapi tak bisa terwujud karena tak ada modal untuk pulang. Menurut tradisi Minangkabau seorang perantau pulang harus membawa keberhasilan, jika kalah akan dipandang rendah. Perbedaan kultur membuat saya tak tahan di Lampung sering berjalan sepanjang 12 Km berjualan dari rumah kerumah terkadang barang  jualan ditawar dengan pakai kaki, akhirnya saya memutuskan kembali ke Jakarta. Ketika orang tua perempuan (ummi) saya meninggal maka kesempatan untuk hijrah  pulang kampuang. Mencoba bertani hidup dikampuang ,sering tengiang-ngiang  sindiran orang dipalanta”  kok ndak kabarubah nasib dek marantau mangalah pai marantau, kinilah maangkek pangkua lo lik”   akan tetapi  sindiran itu menjadi cambuk untuk saya terus berjuang saya harus berpikir keras dan tak boleh menyerah.

    Ketika kembali ke Kampuang berbagai usaha  pernahBapak coba, tapi tidaklah berjalan mulus , Bagaimana Bapak Menyikapi hal tersebut?
    Selama di Kampuang hidup sebagai petani, kegigihan  mempraktekkan ilmu pertanian melalui buku yang saya baca dilakukan inovasi penyilangan terhadap tanaman cabe. Setelah dua tahun kemudian saya  menemukan tambatan hati Lifwarda menurut saya adalah sosok wanita yang tegar, sabar dan pekerja keras  menikah tahun 1972. Membina  kehidupan berumah tangga . Saya mulai berpikir berladang bawang,  saat itu   harga bawang sangat mahal di pasaran, karena tak punya modal diurungkan niat tersebut. Sang Istri menawarkan menjual perhiasannya yang dikumpulkan selama ini dari jerih payahnya  sebagai guru honor untuk modal berladang bawang. Saya menolak karena pantangan bagi laki-laki yang baru menikah memakai modal  dari istri.Terus diberi pengertian oleh Lifwarda akhirnya akhirnya mulailah bertanam bawang  di tanah  Lifwarda seluas 0,25 Ha. Segala tenaga dikerahkan untuk merawat tanaman bawang,  apa daya ternyata cuaca kurang menguntungkan, bawang yang ditanam   menunjukkan tanda-tanda tidak selamat, kecemasan mulai datang melanda. Saya coba  menaburkan pupuk dengan cara acakan. Melihat saya sudah mulai putus asa ,sang istri terus memberi semangat, tak jarang Lifwarda juga turut membantu bekerja parak bawang.Suatu keajaiban datang bahwa ternyata tanaman bawang  kembali subur dan hasilnya pun berlipat. Disaat yang sama SK sang istri keluar sebagai guru SD di Cupak. Banyak ketika saudara yang ingin manyalang pitih padahal uang yang ada rencana untuk mengontrak rumah dan kedai pacah Balah  di Solok.

    Sekitar tahun 1981 malang tak dapat ditolak pernah 2 kali menjadi korban  terbakarnya pasar Raya Solok. Kemudian terpaksa  saya focus untuk menekuni tanaman cengkeh di bukit Aia Angek. Untung saja saat itu sang istri pindah tugas ke Solok dan memulai usaha jualan barang kelontong..untuk menambah pendapatan keluarga sang istri rajin buat kue untuk dijual di sekolah .Sementara Novi Candra dan adik-adiknya sudah dilatih berjualan  kue dan permen di depan rumah .

    Cerita hingga tertarik melakukan penelitian tentang jagung, bagaimana?
    Kegiatan uji penelitian terhadap berbagai tanaman seperti cengkeh, cabe,tomat, memperkaya  pengalaman saya  terutama dalam soal perkawinan silang, akhirnya difokuskanlah meneliti tanaman jagung.  Perjalanan saya ke daerah Sangir tahun 1984  mengamati kondisi   tanaman jagung di sana membuat diri saya panasaran dan semakin termotivasi  terus mencari jawaban. Setelah 9 kali uji coba tanaman jagung lokal  dan terus belajar dari kelemahan   jagung  yang dihasilkan. Pada tahun  1985 saya ikut kegiatan Penas IV di Probolinggo sekembali dari sana membawa bibit jagung pioner dari Amerika dan terus berkretifitas  dan bereksprimen dan membandingkan dengan  jagung yang sedang diteliti. Proses panjang, akhirnya kegigihan dan ketekunan  membuahkan hasil, yaitu temuan produk jagung hibrida.

    Juga punya usaha Toko Pupuk , gimana ceritanya.
    Pengalaman menggeluti dunia pertanian mengharuskan saya tahu tentang obat –obat tanaman pertanian, suatu ketika merasa tidak puas dengan obat yang disuruh coba pakai  oleh penjual obat tanaman  pertanian. Pemikiran  saya pertanian tak akan maju kalau semua obat coba-coba. Sampai saya pada suatu kesimpulan saya harus punya toko yang menyediakan obat tanaman pertanian lengkap dengan pelayanan yang bisa memberi penjelasan, atau penyuluhan tentang penggunaan obat yang dijual. Setelah punya modal dibukalah toko  “Usaha Tani” yang menyediakan obat tanaman dan pupuk. Mengalami kemujuan pesat memberi peluang mengikuti undangan seminar –seminar  tentang pertanian. Tahun 1987 terjadi  tragedi memilukan, Toko “Usaha Tani” terbakar. Padahal sehari jelang kebakaran barang barang baru diambil dari distributor. Saat itu pupuslah sudah menyelesaikan rumah di belakang Mesjid Agung Solok. Tanpa sepengetahuan saya ada saja yang menyelesaikan rumah hingga  tagak kudo-kudo dan siap huni. Cari tahu rupanya adalah H.Nasir Idrus yang turun tangan.tanya –tanya rupanya beliau menganggap atas konsultasinya pada saya dan obat yang saya tawarkan menyelamatkan tanaman cengkehnya yang nyaris punah di daerah MuaraPanas. Beliau yang menyarankan untuk melapor pada induk semang atas musibah yang saya alami. Akhirnya tokok Usaha Tani kembali di kasih barang .Saya juga pernah berkreasi menciptakan dan menjual  pupuk lengkap yang sempat dikomplain dan diperkarakan oleh perusahan pupuk lain yang merasa tersaingi.karena pupuk yang saya temukan dianggap illegal.

    Dimana saja wilayah penangkaran Jagung Hibrida yang menjadi produk andalan  PT.CNM?
    Awalnya lokasi  penanaman jagung di Saniangbaka, kemudian dikembangkan ke nagari-nagari dan kabupaten lainnya. Ada 6 daerah kabupaten  di Sumatera Barat sebagai lokasi penanaman jagung, yang terbanyak lahannya di Daerah Kab. Damasraya Setidaknya ada 6000 petani setahun  yang  menjadi penanam jagung dengan  luas lahan  masing –masing petani  0.5 Ha. Untuk daerah Solok terbanyak  di daerah Payo.

    Bagaimana dengan daerah pemasaran produk jagung PT CNM?
    Sampai sekarang PT CNM adalah Satu-satunya perusahaan penghasil benih jagung  Hibrida di luar pulau jawa. Sejak  perusahaan  bekerja sama dengan PT Pertani, pemasaran produk jagung PT CNM telah menjangkau  seluruh wilayah di Indonesia. Untuk  ekspor keluar negeri tidak mendapat izin dari pemerintahan Indonesia karena kebutuhan dalam negeri belum terpenuhi.  Yang jelas produk jagung Hibrida  dengan NT.10 dan NT 35 terbaik di kawasan Asia

    Bagaimana  sistem perekrutan tenaga kerja  di PT. CNM?
    Menurut saya PT.CNM memang agak  berbeda dengan peruasahaan –perusahaan lainnya. Di PT. CNM  Ijazah tidak menjadi  standar, yang penting  jujur  berbadan sehat. Apabila tidak punya skill yang memadai pihak perusahaan akan membiayai pendidikannya atau disekolahkan. Lebih dari 500 karyawan atau pekerja memang tidak satupun  orang Saniangbaka. Banyak usulan tamu atau pejabat yang datang berkunjung agar PT. CNM  menggunakan mesin –mesin canggih dalam proses pengerjaan jagung hingga menjadi produk benih yang siap dijual ke pasaran. Saya menerapkan konsep  perusahaanyang menerapka program padat karya dan lagian mesin-mesin canggih ndak pandai bado’a. artinya, melalui do’a karyawan atau pekerja nantinya bertambah rezki dan  majunya PT.CNM.

    Kenapa tidak  ada orang Saniangbaka?
    Seperti yang sudah  diketahui  orang kampuang kita Saniangbaka tidak berminat dengan bidang kerja  di perusahaan jagung saya yang dianggap barek. Orang Saniangbaka maunya kerja yang ringan gaji gadang. Tetapi selama ini tak ada orang Saniangbaka yang mengajukan lamaran bekerja di PT.CNM.

    Berapa  Perusahan Bapak menganggarkan dana untuk sumbangan  kegiatan social?
    Setiap tahun lebih Rp 670 juta perusahaan menggarkan dana berupa bantuan untuk kegiatan sosial mulai dari santunan anak fakir miskin, beasiswa, bedah rumah. Insyaallah  kami akan tetap melanjutkan. Hanya saja  kali ini kegiatan bedah rumah yang telah dilakukan masih di daerah –daerah yang  orangnya memang –memang sangat membutuhkan.

    Bagaimana  Bapak melihat Etos kerja  rang Saniangbaka?
    Secara umum orang  kampuang kita bukanlah pemalas tapi punya karakter dan bakat merantau, lihatlah kalupun ada yang mau bekerja di sawah dan baladang sebetulnya hati dan pikirannya tidak ada di kampuang.  Orang kampuang kita lebih senang merantau.Mengganggap pekerjaan bertani tersebut hanya sementara atau pelarian saja.

    Menurut Bapak apa  yang perlu dibenahi  untuk kemajuan pertanian Saniangbaka?
    Saya melihat ada yang salah cara bertani orang kampuang kita yang monoton dalam pemanfaatan lahan pertanian. Apabila tanaman padi terus-terusan maka tentu saja akan menyebakan  tingginya porsentase pemakaian pupuk. Kesuburan tanahpun tidak terjaga Jadi alangkah baiknya warga kita yang mengusahakan pengolahan lahan sawah agar divariasikan jenis tanaman. Maksudnya diselangi atau bergantian padi dengan tanaman lainnya seperti bawang cabe atau jagung.Jadi tidajk padi melului.

    Sebaiknya Bapak turut terjun langsung berbagi ilmu membenahi Saniangbaka!
    Ada keinginan saya untuk berbagi  dalam rangka membangun nagari Saningbaka, sebagai wujud sayang ka Nagari, hanya saja saya terkadang masih  bingung karena ndak masin garam saya dikampuang.

    Apa saja  pesan dan harapan terhadap generasi muda Saniangbaka?
    Orientasi merantau suatu hal  yang tak mudah dibendung akan tetapi orang rantau juga turut memikirkan dan menciptakan lapangan pekerjaan dikampuang, untuk itu mari kita bersama lebih memberikan perhatian terhadap pembangunan SDM generasi  muda, seperti dengan menggiatkan program  yayasan Pendidikan Nagari Saniangbaka. Apabila perhatian telah diberikan untuk pembinaan SDM generasi muda maka insyaallah tidak aka ada istilah mambuang batu ka lubuk, yakin kita suatu waktu generasi muda tersebut akan berbuat untuk kemajuan nagari Saniangbaka. (Nusa)
    Sumber : Majalah Saran Edisi : 10/Tahun IV/2012 , potret pertanian
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini