-->
  • Jelajahi

    Copyright © POTRET PERTANIAN
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Solusi Hidupkan Lahan Tidur dengan Tanam Jagung dengan Program Manari Wabup Pessel

    QBeritakan.com
    Kamis, Juni 08, 2023, Kamis, Juni 08, 2023 WIB Last Updated 2023-06-08T07:23:31Z


    masukkan script iklan disini

    POTRET PERTANIAN - Penggagas program agrosolution Manari (Mambangun Nagari) di Kabupaten Pessel (Pesisir Selatan) yang sekaligus menjabat Wakil Bupati, Rudi Hariyansyah panen perdana tanaman jagung di Kecamatan Batang Kapas, Rabu 7 Juni 2023.

    Wabup Pessel menggagas program ini tanpa melibatkan anggaran pemerintah daerah. Bergerak mandiri, Wabup Pessel membantu memafilitasi kelancaran pengelolahan petani melaui kerjasama dengan Perbankan, Perusahaan Pupuk dan pihak Asuransi.

    Ia mengungkapkan, hal dilakukan guna meringankan beban pembiayaan pemerintah daerah. Karena dengan minim infrastruktur pertanian. Sehingga perlu banyak solusi untuk membantunya.

    “Ya, karena saat ini hanya tanaman jagung yang potensial membantu ekonomi petani kita saat ini, dikarenakan kita memiliki lahan sawah tapi irigasinya belum memadai,” ungkapnya.

    Ia mengatakan, dalam program mambangun nagari (Manari) sedikitnya sebelumnya telah diikuti hampir 60 orang petani di daerah itu. Namun, karenakan terbelenggu dengan bea-checking, maka jumlahnya berkurang dan hanya tersisa sebanyak 10 orang.

    “Ini panen pertama, saya menggarap ini kurang lebih satu tahun. Selama satu tahun saya komunikasi ke Pupuk Indonesia, Perbankan, Tasa dan yang lain. Alhamdulillah. Hari kita sudah mulai panen di Batang Kapas,” terangnya.

    Ia menjelaskan, dalam program gagasanya ini, disamping diperbantukan biaya penanaman,  pupuk, bibit, penggunaan obat-obatan. Petani juga didampingi oleh pembina dalam perawatan. Selain itu, dalam mencegah kerugian, petani juga didaftarkan sebagai peserta asuransi.

    “Bagi petani yang tergabung dalam program ini, tidak akan mengenal gagal panen, karena telah terdaftar sebagai peserta asuransi. Ini kita lakukan sebagai sebuah ekosistem. Petani, perbankan, asuransi, ada perusahaan pupuk, mereka semua saling ketergantungan,” ujarnya.

    Selain hal itu, menurut Rudi, soal penjualan hasil panen petani juga telah dikoneksikan langsung dengan pihak perusahaan penampung.

    Lanjutnya, dalam program menari ini, bagaimana petani bisa membangun komitmen dengan rencana awal yang dibuat dan bisa tetap berada dalam satu ekosistem yang telah dibuat.

    “Kalau menyangkut harga tiada jaminan, tetapi produksi jagung tiga kali lipat produksi dari yang biasanya, ini jelas sangat menguntungkan masyarakat petani kita,”ujarnya.

    Sementara itu, pemilik lahan yang telah panen, Ali (60) mengakui, melalui program tanam jagung yang digagas Wakil Bupati Pessel sudah melihat hasil yang baik.

    Selain difasilitasi untuk pembiayaan, dirinya juga didampingi dalam merawat tanaman jagung yang dikelolanya.

    Menurutnya, hal itu diperolehnya mulai dari pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman jagung,  hingga mengantisipasi resiko dalam pertumbuhan jagung.

    “Disamping kita diberikan edukasi seputar jagung, produksi jagung saya juga mengalami peningkatan, insyaallah saya ikut selalu program ini, terima kasih pak Wabup yang telah membantu kami petani jagung,” terangnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini