-->
  • Jelajahi

    Copyright © POTRET PERTANIAN
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Cara Menanam Singkong Yang Benar

    Prasetyo Budi
    Sabtu, November 28, 2015, Sabtu, November 28, 2015 WIB Last Updated 2018-08-04T12:55:12Z


    masukkan script iklan disini
    Singkong
    Cara Menanam Singkong Yang Benar - Ubi kayu (Manihot utilissima pohl) atau sering di sebut singkong barasal dari Brazil. Di Indonesia hasil ubi kayu melimpah ruah di beberpa tempat, tetapi tidak di tangani dengan tepat dan serius. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara nomor kedua penghasil singkong terbesar di dunia. Hasil panen berupa umbi dapat di simpan dalam keadaan segar , yaitu menyimpan singkong di dalam tanah atau sekam lembab.

    Ubi katu tumbuh baik di daerah tropis dan banyak turun hujan. Biasanya di daerah dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.500 m dpl. Lebih baik jika di tanam di lahan terbuka.

    Tanah untuk menanam singkong usahakan jangan terlalu subur, karena itu hanya akan membuat singkong tumbuh subur dengan daun yang rindang tanpa di imbangi dengan pertumbuhan umbi. Sistem pengairan tempat penanaman harus lancar. Pada tanah berair, ubi kayu tidak dapat tumbuh dan umbinya akan selalu kecil/kerdil. Oleh karena itu, ubi kayu banyak di tanam di tanah kering atau tanah tegalan.

     
    Singkong di perbanyak dengan turus batang. Batang singkong yang baik untuk di ambil sebagai turus adalah bagian batang yang sudah berkayu, kususnya bagian tengah.

    Syarat-syarat yang harus di tempuh tanaman singkong yang akan di gunakan sebagai bibit adalah :
    1. Usia sudah cukup tua, 1-1.5 tahun.
    2. Hasil tinggi
    3. Batang sehat dan besar (kalau bisa berdiameter 2 cm)
    4. Batang lurus dan ruas batang tidak cacat.

    Jenis dan varietas yang sudah di kenal oleh petani adalah :
    1. Aipin mangi. Berasal dari Brazil, produksi sedang, umbi tidak beracun, bentuk umbi memanjang, bertangkai, rasanya manis dan enak di konsumsi. Batang tinggi, berukuran sedang dan bercabang.
    2. Mandioca Sao Pedro Preto. Berasal dari Brazil, hasil melimpah, tetapi umbinya beracun. Umbi berukuran besar dan montok, tidak bertangkai dan terletak di dekat permukaan tanah, sehingga tidak jarang muncul di permukaan tanah.
    3. Bogor. Berasal dari bogor,merupakan perbanyakan melalui biji dari jenis Aipin Mangi. Namunumbinya pahit meskipun sudah di masak dan beracun.
    4. Betawi. Berasal dari Bogor, merupakan hasil persilangan antara Malaka dan Basiorab. Umbinya besar, tidak bertangkai dan rasanya manis.
    Singkong membutuhkan tanah gembur dan kaya akan humus. Maka di lakukan penggemburan agar umbi berkembang pesat dan tumbuh leluasa. Pengolahan tanah paling tidak di lakukan saat menjelang hujan. Kemudian di olah khusus dengan cara mencangkul dua kali atau lebih sedalam 25-30 cm.


    • Waktu tanam
    Waktu tanam terbaik untuk singkong adalah pada awal musim hujan. Ada dua musim tanaman singkong yang banyak di lakukan, yaitu :
    1. Awal musim hujan untuk daerah kering (tegalan, tanah baru di buka dan perkebunan)
    2. Akhir musim kemarau, di anjurkan untuk mereka yang mau menanam singkong bergiliran dengan padi.
    • Cara Penanaman
    Cara menanam singkong ada dua macam, yaitu :
    1. Di tanam secara khusus (monokultur). Dapat dilakukan dengan mengikuti empat persegi (bujur sangkar), misalnya dengan jarak 1 X 1 m atau 80 X 80 cm.
    2. Di tanam bercampur dengan tanaman lain (tumpang sari). Misalnya dengan jarak 60-100 cm atau 150 X 40 cm. Model ini di sebut dengan model barisan. Arah barisan bisa mengarah ke timur atau ke arah barat.
     Artikel selanjutnya :
    Cara Memelihara Dan Mengendalikan Hama Penyakit Tanaman Singkong

     
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini